CILACAP, Menit.News – Seorang wanita asal Sokaraja, menjadi korban penipuan berkedok lowongan pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Cilacap. Korban yang tidak memiliki handphone ini hanya mengandalkan niat untuk menghidupi keluarganya.(27/9)
Kronologi kejadian bermula ketika korban mendapat tawaran pekerjaan sebagai ART di Cilacap. Ia diantar oleh suaminya dari Sokaraja ke Cilacap dan diserahkan kepada pelaku (yang hingga kini belum ditangkap). Pelaku mengaku sebagai suami dari pihak yang menawarkan pekerjaan tersebut.
Setelah ditinggalkan suaminya, korban tidak dibawa ke calon majikan seperti yang dijanjikan. Alih-alih, pelaku mengajaknya berputar-putar di sekitar Cilacap kurang lebih 2-3 kali hingga korban merasa bingung dengan arah. Mereka akhirnya berhenti di sebuah Alfamart dekat Stadion Wijaya Kusuma, tepatnya di depan Hotel Kebon Manis.
Dari sana, korban justru dibawa ke kos pelaku. Di tempat itu, pelaku pertama mencoba memaksa korban untuk berhubungan badan. Karena korban menolak, pelaku kedua menawarkan hal serupa dengan berkata, “Kalau tidur sama aku, mau enggak?” Korban tetap menolak dan meminta untuk dipulangkan saja.
Akhirnya, korban dibuang di sekitar Tugu Lilin, daerah Gumilir. Dalam keadaan terkatung-katung dan kebingungan, korban bertemu dengan seorang penjual nasi goreng di sekitar lokasi tersebut.
Berkasih sayang dan kepedulian penjual nasi goreng tersebut patut diacungi jempol. Melihat kondisi korban yang sedang kebingungan dan terlantar, dengan sigap ia menelponkan layanan Gojek untuk mengantarkan korban ke Polsek Cilacap Tengah. Tindakan cepat dan tanpa pamrih ini menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dan solidaritas masih hidup di tengah masyarakat.
Bantuan dari penjual nasi goreng ini tidak hanya menyelamatkan korban dari situasi berbahaya, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam membantu sesama yang membutuhkan. Sosok seperti penjual Nasi Goreng Fantasi ini pantas mendapatkan apresiasi tinggi.
Kepolisian Sektor Cilacap Tengah kini sedang menyelidiki kasus ini untuk menangkap pelaku yang masih dalam buruan. Korban saat ini telah mendapatkan pendampingan dan proses hukum sedang berjalan.(*)












