SUKABUMI, Menit.News — Laut selalu punya cara menyampaikan pesan, meski lewat tubuh yang diam. Di Pantai Karang Hawu, Desa Cisolok, Sukabumi, Minggu sore itu, ombak tak hanya membawa angin dan garam, tapi juga sebuah misteri yang mengguncang batin warga.
Sekitar pukul 14.55 WIB, seorang nelayan yang tengah mencari ikan di sekitar Karang Rita melihat sesuatu yang tak biasa. Di antara riak dan karang, sesosok tubuh terdampar—tak bernyawa, tak dikenal. Ia pun melaporkan temuannya, dan tak lama kemudian, petugas lifeguard Karang Hawu mengonfirmasi kebenarannya.
Koordinator Wilayah Balawista Sukabumi, Dani Supirman, membenarkan kejadian tersebut. “Sekitar pukul 14.55 WIB, kami menerima laporan adanya penemuan mayat di Karang Rita, Cisolok. Awalnya informasi datang dari nelayan, kemudian dikonfirmasi oleh petugas lifeguard Karang Hawu,” kata Dani.
Sejak pagi, nelayan sempat melihat tubuh itu mengapung di tengah laut. Namun, karena kabar masih samar, kepastian baru datang saat jasad benar-benar menyerah kepada daratan.
“Ciri-ciri korban memakai kaos dongker dengan tulisan merah di bagian depan, serta celana jeans abu-abu. Saat diperiksa, korban tidak memiliki identitas,” jelasnya.
Evakuasi dilakukan dengan hati-hati, seolah menghormati sunyi yang dibawa tubuh itu. Personel Polsek Cisolok dan Polairud Polres Sukabumi turut membantu, membawa jasad ke RSUD Palabuhanratu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk sementara jenazah disimpan di ruang forensik RSUD Palabuhanratu, menunggu identifikasi lebih lanjut,” ujar Dani.
Kini, tubuh itu terbaring di ruang dingin, menunggu nama, menunggu cerita yang bisa menjelaskan dari mana ia datang dan mengapa laut memilihnya untuk dikembalikan. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan identitas korban. Tapi laut, seperti biasa, hanya memberi potongan-potongan kisah—sisanya, dibiarkan menjadi sunyi yang tak selesai.












